GuidePedia

0
hotel malinda pematang siantar

Seperti yang sudah sempat saya ceritakan sebelumnya, begitu tiba di Pematang Siantar saya langsung mencari penginapan yang ada di sekitar Terminal Parluasan. Saya memang sengaja mencari penginapan yang lokasinya tidak di tengah kota, melainkan dekat dengan terminal dengan harapan keesokan paginya saya bisa cepat mendapatkan bus menuju Medan tanpa direpotkan mencari transportasi dari kota ke terminal.

Selama ini setiap kali backpacking saya tidak pernah booking penginapan terlebih dahulu. Saya hampir pasti go show untuk mendapatkan penginapan. Yang perlu saya lakukan hanya mendaftar berbagai penginapan yang sekiranya berharga murah. Dalam perjalanan di Pematang Siantar ini juga sama. Saya mendapatkan info kalau ada guest house yang terletak di dekat terminal. Ternyata saya baru tahu kalau terminal di Pematang Siantar itu ada dua yaitu Terminal Parluasan dan Terminal Tanjung Pinggir. Pada info yang saya dapatkan tidak disebutkan guest house tersebut ada di dekat terminal yang mana. Dari situ bingunglah saya karena sudah mencari kesana-kemari nggak ketemu juga.

Karena sudah mentok mencari guest house tersebut maka saya putuskan untuk mencari penginapan apa saja di dekat Terminal Parluasan, yang penting murah dan saya bisa beristirahat. Tidak sulit menemukan penginapan dekat dengan Terminal Parluasan. Dekat jalan raya tepatnya di depan tempat saya turun dari bus ada penginalan, namun di jalan yang agak masuk juga ada. Karena saya sudah jalan agak masuk maka saya menyambangi sebuah penginapan yang terletak di Jalan Persatuan. Lokasinya sangat dekat dengan terminal. Penginapan ini memiliki tiga atau empat lantai kalau saya tidak salah. Begitu masuk saya agak bingung dong karena di lantai dasar yang biasanya digunakan sebagai lobi malah sebagai loket agen bus. Tidak mencerminkan penginapan sama sekali lah pokoknya. Dengan ragu saya bertanya kepada petugas loket bus tersebut dan saya diantar untuk menemui pemilik penginapan, seorang wanita berusia sekitar 35 tahun mungkin lebih. Rupanya penginapannya ada mulai lantai dua sampai lantai yang paling atas.

hotel malinda pematang siantar

Setelah melihat kamarnya yang sangat sederhana dan bahkan bisa dibilang jelek karena sekat antar kamar hanya menggunakan triplek, banyak tambalannya pula. Fasilitasnya berupa kamar mandi luar dan tanpa kipas angin. Saya kemudian bertanya tentang harganya. Cukup mencengangkan, harga permalam cuma dipatok 30.000. saya langsung mengiyakan, toh ini hanya untuk satu malam. Apalagi harganya sangat murah, dimana lagi saya bisa mendapatkan penginapan semurah ini kan?

Awalnya sih nggak ada yang aneh. Setelah membayar dan menaruh tas saya langsung jalan-jalan ke Kota Pematang Siantar seperti ke Patung Dewi Kwan Im, Museum Simalungun, dan ke pusat kota. Puas jalan-jalan saya balik ke penginapan saat sudah malam, nah disinilah keanehan terjadi. Hohoo.. Seperti biasa, saya langsung masuk kamar. Namun malam itu pintu kamar sengaja nggak saya tutup biar udara bisa masuk karena kamar agak pengap. Tiba-tiba nongol lah dua orang wanita dari kamar sebelah menghampiri kamar saya. Mereka dengan santai berdiri di pintu kamar saya sementara saya sedang asyik melihat hasil jepretan kamera saya. Satu orang adalah pemilik penginapan yang menerima saya tadi siang, sementara satu lagi mungkin temannya. Tidak lama kemudian mereka mulai menyapa..

“Sendirian aja nih bang?”, si pemilik penginapan memulai pembicaraan.

“Iya sendirian aja”, jawab saya.

“Mau ditemenin nggak?”, timpalnya lagi..

Jegeeeer.. Seperti disambar petir rasanya ditanya seperti itu. Haha.. Tentu saja dengan tegas saya tolak tawaran mereka. Namun sepertinya mereka terus saja menggoda dengan mengucapkan kata-kata yang cukup vulgar. Asli lumayan deg-degan juga nih saya digodain kayak gini. Biasa godain tapi kalau digodain malah mati kutu.. Wkwkkwkwk… Parah deh ini cewek-cewek, bulan ramadhan gini masih aja pada jualan. Apa nggak ada razia Satpol PP ya di Siantar? Tetep lah saya tolak walaupun mereka berusaha merayu. Saya cuekin aja deh, dengan pura-pura sibuk bermain kamera. Akhirnya mereka pergi juga.. Hoho.. Begitu mereka pergi saya langsung tutup pintu. Ngeri kalau ada setan yang nyamperin lagi.. :D

Saya mulai memejamkan mata karena badan udah mulai nggak karuan rasanya. Baru sebentar tidur saya terbangun karena hujan turun dengan sangat deras disertai petir. Anginnya juga lumayan kenceng. Anehnya kok angin kerasa banget masuk ke dalam kamar ya? Ternyata setelah saya lihat dibalik gorden, ada beberapa kaca nako yang sudah pecah. Untungnya gordennya cukup tebal jadi lumayan bisa nahan angin. Untungnya lagi, air hujan nggak sampai masuk ke dalam kamar.

hotel malinda pematang siantar

Saya kembali memejamkan mata saat hujan mulai reda, tapi rasanya penderitaan tidak hanya sampai disitu saja. Saya nggak bisa tidur karena kamar di sebelah kanan dan kiri seperti berlomba-lomba mengeluarkan suara-suara yang aneh. Mulai dari deritan tempat tidur sampai terdengar pula suara-suara desahan. Waduh kasus ini mah.. Apalagi penyekat antar kamar hanya berupa triplek. Otomatis suara dari kamar sebelah tak bisa terhindarkan lagi. Pengen rasanya cepet pagi dan cepet kabur dari penginapan ini. Haha.. Akhirnya saya tidak tidur sampai pagi dan memilih menghidupkan netbook untuk sekedar online. Untung sinyal smart tersedia dengan baik disini. Begitu pagi menjelang saya langsung mandi saja dan segera check out dari penginapan untuk menuju Medan.

Yah intinya sih saya nggak merekomendasikan penginapan ini meskipun harganya sangat murah. Selain menjadi penginapan mesum yang sepertinya jadi langganan sopir-sopir angkutan di Terminal Parluasan, penginapan ini juga sangat tidak nyaman. Bisa saja suara-suara aneh akan menemani Anda sepanjang malam dan membuat Anda nggak bisa tidur. Lagian penginapannya bisa dibilang kotor, begitu pula dengan kamar mandinya. Akan lebih baik kalau Anda mencari penginapan di kota saja yang harganya 80.000-100.000. Agak mahal sedikit tapi bisa membuat tidur nyenyak. Oh ya, sebagai info nama penginapannya adalah Hotel Malinda yang terletak di Jalan Persatuan No. 52 Pematang Siantar, tepat di pojok Terminal Parluasan.. Kalau mau coba-coba disana ya monggo. Kalau saya sih kapok.. Hahai..


http://www.wijanarko.net/2011/10/pengalaman-buruk-menginap-di-penginapan.html
Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Post a Comment Blogger

Beli yuk ?

 
Top