GuidePedia

0
SEJAK berdiri pada 2002 lalu, rumah makan dengan nama Ayam Bakar Taliwang Wongso memang mengutamakan keunggulan rasa masakan.

Menu ayam bakar taliwang merupakan masakan khas asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ayam yang digunakan adalah jenis ayam kampung dari Lombok. Jika Anda ke Gading Food City, tidak salah jika Anda mampir ke restoran tersebut dan mencicipi kelezatan daging ayam bakar yang empuk.

Pemilik Restoran Ayam Bakar Taliwang Wongso Sita Hardianto (40) mengakui, keunggulan rasa daging ayam bakar tersebut terdapat pada racikan bumbunya yang spesial. Sebelum dibakar, ayam kampung seberat 6–7 ons ini direndam minimal selama 15 menit dengan bumbu racikan yang sudah dicampur dengan perasan jeruk limau. Usai direndam, ayam langsung dibakar dengan waktu sekitar 10–15 menit. Saat dibakar, ayam juga diolesi dengan bumbu lagi agar meresap ke dalam daging.

Bumbu ini terasa istimewa karena memiliki rasa pedas dengan variasi, seperti cabai rawit, bawang putih, dan kemiri. Bahkan, saat dihidangkan, menu ini “ditemani” dua sambal khasnya, yaitu sambal pedas dan manis nonpedas. Sambal rasa pedas ini terdiri atas bahan, seperti cabai rawit, bawang putih, dan bawang merah. Sementara sambal manis nonpedas menggunakan bahan cabai merah yang dipadukan dengan bawang putih dan bawang merah. Dijamin, saat mencuil daging ayam ke dalam cocolan dua sambal akan menggelitik lidah karena gurih dan nikmatnya masakan tersebut.

Keberadaan jeruk limau akan menambah selera makan Anda, dilengkapi dengan mentimun, tomat, plecing kangkung, dan beberuk terong. Plecing kangkung terdiri atas kangkung, taoge, kacang tanah, dan kacang panjang yang sudah direbus. Sementara beberuk terong merupakan terong mentah.

“Menu ini memiliki karakter bumbu yang nikmat dan begitu meresap ke dalam daging. Racikan bumbu kami memiliki perbedaan dengan menu yang sama di tempat lain,” kata Sita.

Bagi pengunjung yang gemar dengan masakan goreng, tersedia menu ayam goreng taliwang. Tidak ketinggalan menu khas lainnya, yang memiliki rasa pedas yaitu ayam goreng plecing. Beberapa menu lainnya yang siap menemani pengunjung adalah sate ayam, ikan bakar taliwang, udang bakar taliwang, sambal tempe penyet, kangkung tumis ayam, hingga kangkung tumis ayam jamur. Ada juga menu berkuah seperti sop buntut, sop ayam, dan sop ayam jamur.

Untuk minuman, restoran ini juga menyediakan keunikan tersendiri, yaitu kopi suling. Menu ini menggunakan alat sistem desilasi yang bernama caffetiera dari Italia. Air yang dimasukkan ke alat caffetiera akan dikompresikan ke atas dengan tekanan tinggi sehingga menghasilkan proses penyulingan yang menetes pada bubuk kopi. Tetesan air yang jatuh pada bubuk kopi akan menghasilkan sari kopi dengan cita rasa tinggi. Tersedia juga menu lainnya, seperti ice choco durian dan hot coffee latte.

“Banyak pengunjung usai makan, langsung mencicipi menu minuman kami,” tuturnya.

Dalam sehari, pengunjung yang datang ke restoran ini bisa mencapai 120 orang. Mereka juga dimanjakan dengan alunan musik band yang berada di panggung Gading Food City. “Kami juga memiliki outlet di Salsa Food City, Summarecon Mal Serpong.”

Sejumlah pengunjung yang ditemui mengatakan, menu ayam bakar taliwang wongso memiliki rasa gurih di lidah. Dengan tekstur daging yang lembut dan empuk, menu ini sangat digemari pengunjung.

“Rasanya empuk dan bumbunya begitu meresap ke dalam daging,” ujar salah seorang pengunjung, Juanita (26).(Koran SI/Koran SI/ftr) Sumber Okezone.comKirim Artikel anda yg lebih menarik di sini !

Post a Comment Blogger

Beli yuk ?

 
Top