GuidePedia

0

Di topik sebelumnya aku pernah bilang bahwa TKI itu mencerminkan lemahnya management bangsa Indonesia...tapi, ingat bukan lemahnya ekonomi ya. Sekali lagi lebih ke soal managementnya. Kalau dari sisi kekuatan ekonomi, kekuatan ekonomi Indonesia itu jauh lebih besar daripada Malaysia. Jadi artinya, bangsa kita itu harusnya lebih percaya diri.

Tinggal didukung dengan management yg baik saja.

Hitung2an roughly nih ya:

- perbandingan GPD PPP

Indonesia ~ 950 Billion USD (sehingga diperhitungkan masuk G20)

Malaysia ~ 380 Billion USD

-perbandingan potensi ekonomi kelompok individu di kota besar

Untuk hitungan GDP percapita aku ga suka pake hitungan ini karena tidak merefleksikan potensi sesungguhnya kemampuan dari sekolompok individu di negara tsb.

Saya lebih suka menghitung dgn estimasi spt ini:

Penduduk Jakarta ~ 10 juta, dgn ~10% tingkat kemiskinan berarti ada sekitar 9 jt yg cukup mampu s/d kaya

Penduduk KL ~ 2jt dengan tingkat kemiskinan ~5%, maka ada sekitar 1.9jt penduduk yang mampu s/d kaya

Nah berarti dengan kemiskinan yang masih tinggi saja, di ibukotanya, ada jauh lebih banyak penduduk Indonesia yang lebih mampu, 9jt (INA) vs 1.9jt (MY)

Kalau saya jadi investor yang ingin berbisnis, jelas saya lebih memilih market Jakarta!

Itu baru perbandingan ibukotanya aja, apalagi kalau dibandingkan per kota2 besar yang lain yang jumlahnya kotanya saja lebih banyak di Indonesia.



- perbandingan penghasilan profesional di kota besar

Kalau untuk melihat dari sisi salary profesional, coba lihat website ini:



Memang ini tergantung survey pengisinya, tapi bisa dilihat:

Indonesia, standard gaji setahun 200jt = 22 thousand USD

Malysia, standard gaji 60,000RM = 20 thousand USD

Bicara soal average salary, gaji Indo masih cukup kompetitif dgn Malaysia.

Kalau ada 30% profesional di Jakarta dgn gaji average di atas, berarti ada ~ 2.7 juta prof

Dan dgn 30% profesional di MY, maka ada = 600rb prof

Lagi-lagi, kalau saya pebisnis, saya pasti akan pilih Jakarta karena saya tahu ada lebih banyak orang yg membutuhkan rumah baru, refrigerator, mobil, pakaian, makanan, gaya hidup.

On the other side lihat jumlah TKI, hanya sekitar 2-3jt yg ada di LN, yang jumlahnya hanya sekitar 0.01% dari keseluruhan penduduk Indonesia. Tapi dari hanya secuil TKI inilah, nama dan image Indonesia JATUH, dan potensi ekonomi sesungguhnya dari Indonesia TERABAIKAN!

Jadi, memang akhirnya berpulang pada MANAGEMENT Indonesia kan, kalau bangsa Indo bisa memanage tenaga kerja yang sebesar 0.01% ini utk dialihkan di DALAM NEGERI, akan sangat membantu IMAGE Indonesia, sementara potensi penduduk yang lebih mampu juga bisa lebih TEREKSPOSE. IMHO gaji buruh di MY sekitar 1,5jt vs di Indo sekitar 1.2jt, tdk begitu jauh berbeda. Kalau Industri besar/kecil atau SME dalam negeri bisa tumbuh (sesuai cita2 Sandiaga Uno), tenaga kerja 0.01% tadi lebih mungkin bisa terserap.


Cheers!

Post a Comment Blogger

Beli yuk ?