GuidePedia

0


Oleh Jawad Mahmud Mustafa*
(Kolomnis Asy-Syarq Qatar)

Adakah yang berfikir Israel memiliki peran dalam menyulut konflik di Yaman dan menghasung kelompok Houthi melakukan usaha kudeta bersenjata melawan pemerintah konstitusional di sana. Hingga kini belum terungkap hubungan gelap antara Houthi dengan badan intelijen Israel dan badan intelijen luar negeri Israel Mossad, sampai sejumlah sumber dari Israel sendiri menyatakan bahwa pimpinan kelompok pemberontak Houthi di Yaman, Abdul Malik Houthi meminta bantuan kepada Israel secara nyata untuk melawan sekutu Operasi Badai Penentu yang dipimpin Saudi sebulan lalu yang menghentikan kudeta itu.

Agaknya perlu kita mengingat tahun 1962 ketika Mesir intervensi atas permintaan komandan-komandan Yaman pimpinan marsekal Abdullah al-Sallal pemerintah kala itu. Kairo mengirim sekitar sepertiga pasukan Mesir secara bertahap ke Yaman untuk mendukung revolusi atas pemerintah Imam Badr Yahya Hamiduddin.

Saat itu Syiah Yaman Zaidiyah, di antaranya anak-anak Imam Yahya bin Hamiduddin (saat itu Houthi belum memilik eksistensi politik di Yaman) dan kelompok Yahudi di sana meminta kepada Israel agar memberikan dukungan kepada mereka dalam perang melawan militer Mesir yang dikirim Gamal Abdul Nasher dan mengusir mereka dari Yaman. Imbal baliknya, Syiah Yaman berjanji akan mengakui Israel dan meneken perjanjian perdamaian dan kerjasama serta memberikan selat Bab el-Mandeb di bawah kendali Israel sesuai dengan nota kesepakatan rahasia yang pernah diungkap Israel di tahun 2008. Saat itu juga, Israel mengungkap dokumen rahasia Inggris dan Amerika yang disebut dengan Operation Porpupine selama tahun 1962 – 1970.

Dokumen rahasia Israel yang dibuka menunjukkan intervensi Mossad dan pasukan udara Israel mendukung Syiah Yaman melawan militer Mesir. Hal itu sebagai peluang menguras energi militer Mesir dan melemahkan pengaruh Mesir yang dipimpin oleh Gamal Abdul Nasher.

Majalah AU Israel tahun 2008 mengungkap, dua pilot mereka melakukan 14 kali penerbangan udara terhadap pesawat pengangkut militer yang membawa bantuan dan senjata serta peluru dan perangkat nirkabel dan dibongkar muat untuk pasukan pemberontak Syiah Yaman di bukit-bukit Yaman.

Selain itu, Israel juga membentuk sejumlah titik-titik penerobosan keamanan nasional Arab. Israel membantu kaum Kurdi di Irak, intervensi dalam konflik di Sudan selatan sampai melepaskan diri dari Sudan utara. Pesawat Israel juga menyerang ke reaktor senjata Osirak di Irak serta berkali-kali menggelar agresi ke Libanon dan Gaza.

Melihat peran jahat terbuka Israel saat itu, tidak menutup kemungkinan mereka memiliki peran dalam perang di Yaman saat ini dengan memberikan suplai senjata kepada pemberontak Houthi dengan dukungan militer dan intelijen. Tujuannya masih klasik ingin melemahkan Arab, meledakkan perbedaanm fitnah dengan memanfaatkan sentimen etnis, sektarian.

Pakar keamanan Israel di koran Yediot Aharonot menyatakan, perang di Yaman dan dukungan kepada Houthi akan berpihak kepada kepentingan Israel. Ini peluang memetik hasil strategis aktif bagi keamanan Israel, tegasnya. Dalam artikelnya dengan judul 'Jam Yaman Berdering', ia mengatakan, “Israel memiliki peluang sekali lagi untuk bekerjasama dengan Houthi Syiah Zaidiah untuk menguasai dan mengendalikan selat Bab el-Mandebdan menjamin keselamatan kapal Israel yang melintas ke Asia timur.

Pengamat Amerika Oren Kessler, wakil ketua peneliti di lembaga pertahanan demokrasi bahwa dirinya tidak menampik intervensi Israel dalam perang Yaman.


Sumber

lanjutin di sini !

Post a Comment Blogger

Beli yuk ?